Thursday, 16 September 2010

How to get to Kencana Ban

Map Kencana Ban

klik link dibawah ini :
http://maps.google.com/maps?hl=id&q=google+map+jakarta&um=1&ie=UTF-8&hq=&hnear=Jakarta&gl=id&ei=UhySTI25IM2HcdennesG&sa=X&oi=geocode_result&ct=title&resnum=1&ved=0CBMQ8gEwAA

Tuesday, 5 January 2010

WHO ARE WE ??

Hi All,

Sebenarnya toko kencana ban ini sudah lama berdiri hampir 20th, dan berkembang dari hanya tambal ban mobil menjadi toko ban mobil atau motor yang menyediakan semua merk , jasa vulkanisir, membeli ban yang masih layak untuk didaur ulang, dan berkembang menjadi bengkel motor.
Untuk semua pembelian ban mobil /motor sudah termasuk ongkos /jasa pasang.
Kami juga bisa mengantar pembelian ban sekitar area jakarta., tangerang. Selain melayani pembelian dengan cara tradisional datang langsung ke toko kami yang buka setiap hari dari jam 08.00-19.00 WIB
untuk bengkel motor buka dari 09.00-23.00 WIB

any question, enquiry ;
email : kencanaban@ymail.com
phone: 021-97434533
alamat : jl.kedoya raya no.20 tidak jauh dari pom bensin kedoya

Mengenal Alat_alatVulkanisir Ban

Untuk proses vulkanisir tentunya diperlukan alat-alat yang menunjang untuk produksi.Apa saja yang diperlukan untuk vulkanisir,baik disini akan saya tulis alat-alat untuk vulkanisir :

.Patches-Tire Refairs/Tempel untuk Ban Luar
2.Nailhole Fillers/Tempel untuk lubang paku
3.Air Buffer & Skivers/Gernda angin
4.Vulkanizers/Mesin tempel
5.Extruder Guns/Extruder
6.Tungsten Carbide Rasps/Gerenda tungsten Carbide/mangkok
7.Buffer Accessories/Alat-alat untuk mesin Buffing/Parut
8.Rocket Rasps Blades/Pisau Buffing dan Staplers/Stapller
9.Trim Knife/Pisau cukur untuk Masak Panas(Hot Top,Hot Full)
10.Stitchers/Rol Tangan/Kicker
11.Measuring Tools/Alat ukur
12.Couplers & Adafter / Coupler & Pentil
13.Venting & Wicking Materials/Benang Buang Angin
14.Rims,Curing Tubes & Envelopes/Pelak,Ban dalam , Envelope Untuk Vulkanisir
15.Burshes & Miscs/Berus
Sedangkan mesin besarnya antara lain :
1.Buffing Machine/Mesin Buffing
2.Building Machine/Mesin Untuk memasang karet/Precured/Bunga
3.Tire Curing Chamber
4.Envelope Applicator/Untuk memasang envelope
5.Compressor.

Mari berbisnis vulkanisir.

Tx

BEDA NYA TUBE & TUBLESS




Disamping struktur plycord yang ada struktur ban juga dibagi lagi menjadi tipe yang menggunakan ban dalam (Tube Type) dan tipe yang tidak menggunakan ban dalam (Tubeless). 1. Tubeless Ban tubeless mempunyai lapisan dalam (inner liner) yang lebih kuat dari pada ban yang menggunakan ban dalam 2. Tube Type Tipe ban ini menggunakan ban dalam untuk dapat digunakan. Kelebihan ban Tubeless : 1. Lebih aman. Gambar dibawah memperlihatkan kenapa ban tubeless lebih tahan bocor apabila ban terkena benda tajam


2. Lebih efisien dan ekonomis, efisien dalam konsumsi bahan bakar karena lebih ringan (tidak menggunakan ban dalam) lebih ekonomis karena tidak perlu membeli ban dalam. 3. Lebih dingin, karena tidak ada gesekan antara ban dalam dan ban luar pada saat terjadi “Rolling Resistance” Banyak pertanyaan yang dilontarkan di milis-milis apakah aman ban yang menggunakan ban dalam dijadikan ban tubeless ataupun sebaliknya ban tubeless menggunakan ban dalam. Mari kita bahas !: Untuk alasan safety tidak dianjurkan ban tube dijadikan tubeless maupun ban tubeless menggunakan ban dalam. 1. Ban Tube dijadikan tubeless: Perbedaan konstruksi ban Tube dan Tubeless bisa dilihat pada gambar diatas


Pada gambar tersebut bisa dilihat bahwa ban tubeless mempunyai inner liner yang pada ban tube lapisan ini tidak ada sama sekali. Inner liner ini lebih membuat kaku bentuk ban sehingga walaupun ban kekurangan angin bentuk ban masih sesuai dengan bentuknya dan tetap menempel pada rim. Apakah bisa digunakan ban tube menjadi tubeless? Jawabannya bisa, namun untuk alasaan safety tidak dianjurkan karena jika ban kekurangan angin bisa menyebabkan kecelakaan yang fatal bagi pengendaranya. 2. Ban Tubeless menggunakan ban dalam Karena alasan tertentu banyak juga yang menggunakan ban tubeless menggunakan ban dalam. Apakah aman? Memang bisa ban tubeless menggunakan ban dalam, namun ini tidak dianjurkan dan tidak safety


Penggunaan ban tube dijadikan tubeless atau ban tubeless dengan menggunakan ban dalam jawabannya adalah bisa. Namun penggunaan hanya dianjurkan untuk keadaan darurat, bukan untuk digunakan harian . Berapa ukuran ban maksimum Ratio maksimum lebar bibir velg : lebar tapak ban dari berbagai sumber membatasi angka antara 0.5” s/d 0.58” Contoh perhitungan : Lebar bibir velg=1.85” Lebar maksimum ban yang dianjurkan = 1.85” / 0.58 = 3.189” ≈ 3.00 ~ 3.50” Jadi Lebar ban (konversi ke satuan mm) = 3.50” x 25.4mm = 88.9mm ≈ 90.0mm; atau maksimum 100mm


Sebenarnya ukuran yang terlalu lebar maupun kekecilan bisa dilihat pada saat ban belum terpasang pada velg. Ban yang terlalu lebar akan terlihat lebih menggembung, sedangkan ban yang lebarnya terlalu kecil akan menyebabkan ban tidak rekat pada velg/rim Membaca Kode Ban 1. Ukuran Ban Ukuran ban biasa menggunakan ukuran METRIC dan ukuran INCH.


a. Ukuran Metric 80 / 90 – 17 80 = adalah lebar telapak ban dalam ukuran mm 90 = adalah prosentase tinggi ban yang dihitung dari lebar ban Jadi tinggi ban = 120 x 90% = 72 mm 17 = Ring Velg yang digunakan


b. Ukuran Inch


275 – 17 275 = adalah lebar telapak dan tinggi ban dalam ukuran mm. 17 = Ring Velg yang digunakan 2. Tread Wear Factor


Indikator ke ausan ban. Jika ban sudah mencapai indicator ini ban sebaiknya lekas diganti 3. Tube/Tubeless


Type ban menggunakan ban dalam atau tubeless 4. Lot Number


Lot number produksi ban 2607 artinya ban diproduksi pada minggu ke 26 (2 digit pertama) pada tahun 2007 (2 digit terakhir)


5. Speed Symbol & Load Index


41P 41 = dilihat pada table pertama maksimum load yang disarankan 145kg P = dilihat pada table 2 batas maksimum yang disarankan 150km/jam Index Beban dan Kecepatan yang tertera bagi kendaraan roda dua


6. Rotation


7. Maximum Load


Maksimum load yang dianjurkan. 160kg beban maksimum dengan tekanan ban 33Psi pada kondisi dingin Semoga bermanfaat.




STRUKTUR PLYCORD BAN


Dari keseluruhan Struktur ban diatas yang paling banyak mempengaruhi ketahan, maneuverability dan juga factor keiritan bahan bakar adalah PLYCORD. Dari ban yang beredar sekarang struktur plycord dapat dibagi sebagai berikut:

1. Radial Struktur lapisan Plycord pada Ban Radial dari Bead dalam Ke Bead luar saling tegak lurus. Disamping lapisan plycord masih ada lapisan steel belts. 2. Bias Lapisan untuk jenis ini plycord diletakkan secara diagonal secara bersilangan, tidak ada lapisan tambahan pada konstruksi Bias ini. Diantara ban Radial dan ban Bias manakah yang lebih menguntungkan pengendara? Secara umum ban radial lebih menguntungkan pengendara karena:

1. Lebih Safety, karena ban lebih menapak pada permukaan jalan (bisa dilihat pada grafik, video bisa dilihat di link berikut: http://www.bridgestone.co.in/tyre/tyreknowledge/tyrevideo.htm). Karena lebih menapak pada permukaan jalan maka jarak pengeremanpun menjadi lebih pendek dan lebih cepat melakukan maneuver.

2. Penggunaan bahan bakar yang lebih irit

3. Lebih kokoh karena adanya lapisan steel belts

PENGETAHUAN SOAL BAN


Kontribusi dari Hendro Buditjahjono (Spinner-Community) Ban adalah bagian terpenting dari sebuah kendaraan bermotor karena ban satu-satunya bagian dari kendaraan bermotor yang mempunyai kontak langsung dengan jalan. Walaupun merupakan faktor terpenting pada sebuah kendaraan bermotor, namun banyak pemilik kendaraan yang sering mengabaikannya, baik yang karena alasan ekonomi maupun keterbatasan ilmu mengenai ban yang dimiliki pengendara. Karena alasan tersebut diatas saya menulis sedikit untuk sharing kepada pengendara lain agar dalam mengemudikan kendaraannya tahu batasan yang dimiliki oleh ban yang digunakannya. Sedikit Flashback, mungkin sudah banyak orang tahu bahwa ban (dengan bahan karet) yang sampai sekarang digunakan ditemukan oleh DUNLOP (John Boyd Dunlop) pada tahun 1888. Perkembangan ban sampai saat ini menyempurnakan hasil penemuan DUNLOP tersebut. Struktur Ban Struktur Ban Bias dan Ban Radial Dari hasil pengembangan hingga saat ini struktur yang biasa digunakan oleh produsen ban adalah sbb:

1. Tread/Telapak Ban: Tread/Telapak Ban adalah bagian dari ban yang kontak langsung dengan permukaaan jalan. Bahan yang digunakan tergantung dari utilitas kendaraan sehingga berpengaruh terhadap ketahanan ban, daya cengkeram dan juga dalam melakukan maneuver. 2. Steel Belts: Menjaga kekokohan struktur ban dan juga menjaga keamanan dari benda-benda yang dapat menusuk permukaan ban. 3. Spiral Layer: Lapisan ini berfungsi agar ban lebih tahan dan lebih mudah melakukan maneuver. 4. Shoulder: Shoulder bagian yang paling tebal pada sebuah ban yang berfungsi melindungi ban dari guncangan maupun benda-benda berbahaya dari luar. 5. Sidewall: Sidewall adalah bagian yang paling lentur pada sebuah ban. Faktor kenyamanan berkendara pada sebuah ban di dapat dari bagian ini. 6. Plycord: Plycord adalah bagian utama sebuah ban yang melapisi bagian dalam pada sidewall dan juga bagian dalam telatak ban dari tekanan udara dari dalam ban, beban kendaraan dan juga goncangan dari luar. 7. Bead Filler: Bead Filler lapisan pengisi yang membuat ban lebih tahan dan memudahkan kendaraan dalam melakukan maneuver. 8. Bead Wires: Lapisan kawat yang berfungsi menahan ban tetap pada tempatnya pada velg/rim. 9. Chafer Bagian yang melindungi plycord dibagian bead dari panas yang terjadi karena gesekan bagian bead dengan velg/rim.

MENGENAI BAN


Terdapat banyak informasi penting yang tercetak pada dinding-samping sebuah ban. Tercetak nama ban, ukuran, tipe tubeless atau tube type, tingkatan / level ban, batas kecepatan, batas muatan, batas tekanan angin, peringatan serta anjuran keamanan dan banyak lagi. Silahkan klik di area gambar ban untuk memahami tentang informasi ban secara detail. (dibawah gambar ban tersebut dapat anda baca secara berurutan mengenai rangkuman informasi tentang spesifikasi ban).Tulisan di dinding-samping pada ban PassengerContoh : 215/65R15 89H “215″ lebar ban : adalah lebar antara dinding-samping satu ke dinding-samping lainnya dalam satuan millimeter. Pengukuran ini bisa menghasilkan ukuran yang berbeda-beda tergantung lebar rim / velg yang terpasang: akan bertambah lebar jika dipasang pada rim yang lebar, dan sebaliknya. Namun lebar yang tertulis pada dinding-samping di sebuah ban adalah di ukur dengan memasangkan rim yang lebarnya sesuai dengan rekomendasi dari pabrik pembuat ban.
“65″ Aspek Rasio : adalah rasio / perbandingan antara tinggi dengan lebar penampang ban; “65” berarti tinggi ban adalah 65% dari lebar penampang ban tersebut.
“R” konstruksi : adalah bagaimana lapisan ban disusun didalam (carcass) ban. “R” berarti radial. Jika “B” berarti ban tersebut mempunyai konstruksi sabuk bias (bias belted). Jika “D” maka berarti konstruksinya adalah bias diagonal (diagonal bias).
“15” diameter rim : adalah diameter dari velg dalam satuan inci.
“89” indeks muatan : sesuai dengan standar industri ban maka ban tersebut mempunyai batas muatan sebesar 580 kilogram. Terdapat beragam tingkatan batas muatan pada ban sesuai dengan jenisnya. Batas muatan ditulis menggunakan satuan lbs. (pon) dan kg (kilogram), batas tekanan angin dalam PSI (pounds per square inch) dank kPa (kilopascals).
“H” batas kecepatan : sesuai dengan standar industri ban maka ban tersebut mempunyai batas kecepatan mencapai 210 kilometer per jam. Ada perbedaan penempatan tulisan simbol batas kecepatan seperti pada sistem Eropa yang lama yang ditulis seperti 215/65HR15. Terdapat beragam tingkatan batas kecepatan pada ban sesuai dengan jenisnya.
Tulisan “DOT” berarti ban tersebut telah memenuhi standar persyaratan dari Department of Transportation (DOT) pemerintah Amerika Serikat. Berdekatan dengan tulisan “DOT” adalah nomor seri ban, yaitu gabungan antara angka dan huruf abjad yang tersusun sampai 11 karakter.
Pada dinding-samping juga tertera tipe benang dan jumlah lapisan yang terdapat di dalam dinding samping dan telapak ban.
Tingkatan ban : sitem Uniform Tire Quality System (UTQG)Terkecuali ban untuk salju, DOT mewajibkan pabrik pembuat ban untuk membedakan ban untuk mobil penumpang berdasarkan tiga jenis kemampuan : untuk keawetan / jarak tempuh, daya cengkeram dan daya tahan terhadap temperatur.
Jarak Tempuh Lebih dari 100 – lebih baik 100 – Normal Kurang dari 100 – kurang Tingkatan jarak tempuh / keawetan tersebut didasarkan pada pengetesan pada saat kondisi terkontrol yang diawasi oleh pemerintah (DOT) di suatu lintasan jalan khusus yang telah ditentukan. Sebuah ban dengan tingkatan 200 akan mampu mencapai dua kali lipat dibandingkan dengan sebuah ban dengan tingkatan 100 jika di test di lintasan jalan khusus tersebut. Akan tetapi pada kenyataannya bahwa keawetan ban sangatlah beragam tergantung dari sifat / cara mengemudi, jenis pemakaian mobil dan kondisi jalan. Catatan : Tingkatan jarak tempuh hanya dipakai sebagai pembanding oleh pabrik pembuat ban terhadap satu jenis produk dengan jenis produk lainnya. Tingkatan ini tidak berlaku sebagai pembanding antar pabrik pembuat ban satu dengan pabrik pembuat ban lainnya.
Daya CengkeramA – Terbaik B – Rata – rata C – Di terimaTingkatan daya cengkeram adalah kemampuan pengereman di jalan basah yang dites pada kondisi terkontrol yang diawasi dan ditentukan oleh pemerintah (DOT) pada lintasan jalan khusus yang telah ditentukan. Tingkatan daya cengkeram didasarkan oleh pengetesan pengereman secara mendadak; tidak memperhatikan kemampuan dalam hal menikung.
Daya CengkeramA – Terbaik B – Rata – rata C – Di terima
Indek Batas Muatan & Batas KecepatanTingkatan temperatur dimaksudkan adalah kekuatan ban terhadap meningkatnya panas saat dites dalam ruangan laboratorium tes ban khusus dengan kondisi yang terkontrol. Pada kondisi temperatur yang tinggi dalam jangka waktu yang lama dapat menyebabkan berubahnya sifat bahan material ban yang kemudian dapat mengurangi keawetan ban. Pada kondisi temperatur yang sangat tinggi dapat pula menyebabkan terjadinya kerusakan ban. Peraturan pemerintah Amerika Serikat mewajibkan semua ban harus mempunyai minimum tingkatan panas Tingkat C.
Indek kecepatan adalah batas maksimum kecepatan untuk ban mobil penumpang. Pada ban Truk Kecil / Light Truck tidak dicantumkan indek kecepatannya. Berikut adalah tabel indek kecepatan dalam satuan kilometer. Sitem indek kecepatan ini digunakan oleh semua produsen ban.
Simbol Kecepatan Kecepatan MaksimumB 50 Km/JamF 80 Km/JamG 100 Km/JamN 140 Km/JamS 180 Km/JamT 190 Km/JamU 200 Km/JamH 210 Km/JamV 240 Km/JamZ >240 Km/Jam
Tulisan di dinding-samping pada ban Truk Kecil / Light Truck“LT” adalah singkatan dari Light Truck (truk kecil)“LT235/85R16” adalah sistem ukuran pada ban Light Truck.“LOAD RANGE D” adalah simbol batas muatan dan tekanan angin.“RADIAL” berarti bahwa ban tersebut mempunyai konstruksi radial.“MAX. LOAD SINGLE 2623 lbs. AT 65 psi COLD” berarti batas muatan yang diperbolehkan pada batas minimum tekanan angin yang diperbolehkan yang diukur dalam keadaan dingin / suhu ruangan ketika dipasang pada pemasangan ban ganda / dual spacing. Tulisan lainnya yang tertera di dinding samping pada ban Light Truk sama artinya seperti yang sudah dijelaskan pada ban mobil penumpang.